TTS: Waspadai Mutasi COVID-19 Masa Kini dengan Variasi Baru Omicron

Spesimen pertama yang diketahui dikumpulkan pada 09 November 2021 dari Botswana, hingga pada 25 November, otoritas kesehatan di Afrika Selatan mengumumkan penemuan varian baru, setelah melakukan penelitian terhadap sampel laboratorium dari tanggal 14 hingga 16 November. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan varian baru Covid-19 tersebut dan memasukkannya pada kategori perlu diperhatikan pada 26 November 2021.

Varian Omicron, juga dikenal sebagai garis keturunan B.1.1.529, adalah sebuah varian SARS-CoV-2, sebuah koronavirus yang menyebabkan Covid-19. Di Afrika Selatan, Omicron menjadi varian virus Covid-19 dengan jarak waktu empat minggu sejak deteksi pertama di sana. Sebanyak 74% dari seluruh genom virus yang telah diurutkan bulan lalu. WHO menyatakannya sebagai varian yang diwaspadai dan menamakannya dari kata Yunani Omicron. Sejauh ini di Afrika Selatan, sebagian besar yang terkena  penyakit ini adalah anak muda. Hampir separuh pasien Omicron yang di tangani belum menerima vaksinasi.

Bila ditinjau dari sudut pandang vaksin, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menuliskan, vaksin tetaplah aman dan efektif. Gejala penerima vaksin, seperti anafilaktik (alergi parah), sindrom trombositopenia (TTS) alias penurunan jumlah trombosit darah, serta miokarditis (peradagangan otot jantung) dan perikarditis (pembengkakan dan iritasi pada membran jantung) adalah efek samping yang jarang terjadi. CDC pun masih memantau penderita Sindrom Guillain-Barre, efek samping vaksin Johnson & Johnson. Sindrom ini memicu sistem kekebalan tubuh menyerang saraf tepi manusia.

Berdasarkan pengamatan kasus di Afrika Selatan, terdapat ciri-ciri gejala COVID-19 Omicron yang dilaporkan:

  • Gejala seperti flu (flu like syndrome)
  • Batuk kering
  • Demam
  • Berkeringat di malam hari
  • Nyeri pada banyak bagian tubuh
  • Kelelahan
  • Tenggorokan gatal
  • Tidak batuk
  • Tidak kehilangan indra perasa dan penciuman

Faktanya dilansir dari afrika selatan mengungkapan bahwa omicron memiliki gejala ringan.

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menyebut Omicron adalah “varian yang mengkhawatirkan” namun mengatakan belum ada bukti bahwa gejala Omicron berbeda dengan varian lain. Ini berarti tiga gejala utama yang perlu diperhatikan adalah batuk, demam, hilang rasa dan penciuman.

Departemen Kajian, strategi dan advokasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *